{"id":9981,"date":"2025-06-25T11:35:29","date_gmt":"2025-06-25T04:35:29","guid":{"rendered":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/?post_type=blog&#038;p=9981"},"modified":"2025-06-25T11:35:30","modified_gmt":"2025-06-25T04:35:30","slug":"strategi-rekrutmen-menilai-ulang-kebutuhan-gelar-akademik-linier-vs-skill","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/blog\/strategi-rekrutmen-menilai-ulang-kebutuhan-gelar-akademik-linier-vs-skill\/","title":{"rendered":"Strategi Rekrutmen: Menilai Ulang Kebutuhan Gelar Akademik Linier vs Skill"},"content":{"rendered":"\n<p>Lanskap rekrutmen terus berubah mengikuti arah dunia kerja yang makin cepat dan dinamis. Selama ini, banyak proses rekrutmen masih mengutamakan gelar akademik dan jurusan yang linier dengan posisi yang dibutuhkan. Namun pendekatan ini mulai terasa kurang relevan. Banyak lulusan S1 belum sepenuhnya siap menghadapi tantangan pekerjaan, sementara kandidat dari jurusan tidak linier tetapi memiliki skill spesifik justru menunjukkan potensi yang lebih kuat.<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel ini akan mengulas pentingnya mengoptimalkan kombinasi antara latar belakang pendidikan dan keterampilan dalam proses pencarian karyawan fresh graduate yang siap kerja dan adaptif.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\" style=\"padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--60)\">Kenapa \u201cDegree\u201d Mulai Kurang Relevan?<\/h2>\n\n\n\n<p>Pada banyak proses rekrutmen, gelar akademik masih menjadi filter awal yang dominan. Namun dalam praktiknya, banyak perusahaan menghadapi kesenjangan antara ekspektasi dan realita di lapangan. Lulusan dengan nilai akademik tinggi dengan jurusan yang linier belum tentu mampu berpikir kritis, bekerja dalam tim lintas fungsi, atau mengeksekusi tugas secara mandiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, kandidat yang mungkin tidak berasal dari jurusan \u201cideal\u201d justru mampu menunjukkan keterampilan praktis seperti <em>problem solving<\/em>, kemampuan belajar cepat, dan kecakapan teknologi. Faktor-faktor inilah yang makin dibutuhkan dalam dunia kerja yang bergerak dinamis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\" style=\"padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--60)\">Kelebihan dan Kekurangan Kandidat Baru Berbasis Degree<\/h2>\n\n\n\n<p>Lulusan akademik cenderung memiliki cara berpikir yang terstruktur dan logis. Ini cocok untuk peran yang butuh analisis atau kerja yang terorganisir.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Kelebihan<\/strong><\/td><td><strong>kekurangan<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Memiliki kerangka berpikir dan dasar teori yang kuat<\/td><td>Tidak selalu siap kerja secara praktis<\/td><\/tr><tr><td>Terbiasa mengikuti sistem dan proses yang terstruktur<\/td><td>Perlu waktu adaptasi terhadap dinamika dunia kerja nyata<\/td><\/tr><tr><td>Dipandang lebih stabil untuk peran jangka panjang<\/td><td>Minim pengalaman langsung dalam menyelesaikan masalah nyata di lapangan<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Namun di sisi lain, banyak dari mereka belum punya pengalaman menghadapi tekanan kerja nyata. Jika tidak didampingi dengan onboarding yang kuat, transisi ke dunia kerja bisa terasa kaku dan lambat. Perusahaan perlu bantu mereka lebih cepat terhubung dengan ritme kerja yang sudah berjalan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\" style=\"padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--60)\">Kelebihan dan Kekurangan Kandidat Baru Berbasis Skill<\/h2>\n\n\n\n<p>Kandidat berbasis skill biasanya tumbuh dari pengalaman langsung, bukan jalur akademik. Mereka terbiasa belajar sendiri, cepat tanggap, dan fokus menyelesaikan tugas. Tapi karena latar belakangnya beragam, kualitas dan pola pikirnya bisa tidak konsisten.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Kelebihan<\/strong><\/td><td><strong>kekurangan<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Cepat beradaptasi dalam lingkungan kerja yang dinamis<\/td><td>Kurang fondasi teoritis dan kerangka berpikir yang sistematis<\/td><\/tr><tr><td>Terbiasa belajar mandiri dan menyelesaikan masalah<\/td><td>Tantangan saat harus bekerja dalam struktur dan prosedur formal<\/td><\/tr><tr><td>Sudah familiar dengan tools digital dan praktik lapangan<\/td><td>Riwayat pengalaman kadang tidak terstandar dan sulit divalidasi<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Di sinilah pentingnya proses seleksi yang tajam untuk melihat kesiapan mereka dalam bekerja jangka panjang. Validasi tidak cukup lewat portofolio saja, tapi juga dari cara mereka berpikir dan berkolaborasi dalam tekanan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\" style=\"padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--60)\">Jenis Pekerjaan yang Masih Mengutamakan Jurusan, dan yang Bisa Fokus ke Skill<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Strategi-Rekrutmen-Menilai-Ulang-Kebutuhan-Gelar-Akademik-Linier-vs-Skill-1-1-1024x576.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-9990\" srcset=\"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Strategi-Rekrutmen-Menilai-Ulang-Kebutuhan-Gelar-Akademik-Linier-vs-Skill-1-1-1024x576.png 1024w, https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Strategi-Rekrutmen-Menilai-Ulang-Kebutuhan-Gelar-Akademik-Linier-vs-Skill-1-1-300x169.png 300w, https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Strategi-Rekrutmen-Menilai-Ulang-Kebutuhan-Gelar-Akademik-Linier-vs-Skill-1-1-768x432.png 768w, https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Strategi-Rekrutmen-Menilai-Ulang-Kebutuhan-Gelar-Akademik-Linier-vs-Skill-1-1.png 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p style=\"padding-top:var(--wp--preset--spacing--60)\">Tidak semua posisi bisa didekati dengan pendekatan fleksibel. Beberapa bidang tetap membutuhkan latar pendidikan yang sangat spesifik karena menyangkut regulasi, risiko tinggi, atau proses kerja yang sangat teknis.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh posisi yang tetap memerlukan jurusan linier:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tenaga medis<\/li>\n\n\n\n<li>Akuntan publik bersertifikasi<\/li>\n\n\n\n<li>Arsitek dan insinyur sipil<\/li>\n\n\n\n<li>Hukum dan notaris<\/li>\n\n\n\n<li>Profesi yang diatur oleh lisensi resmi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Namun, semakin banyak bidang pekerjaan yang kini memberikan ruang besar bagi kandidat non-linier, selama mereka menunjukkan penguasaan skill yang relevan dan kemampuan belajar yang kuat.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh posisi dengan pendekatan berbasis skill:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Digital marketing<\/li>\n\n\n\n<li>Data analysis&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>UI\/UX design<\/li>\n\n\n\n<li>Content creation dan copywriting<\/li>\n\n\n\n<li>Customer experience dan community management<\/li>\n\n\n\n<li>Product management&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Bidang-bidang ini dinamis, terus berkembang, dan sangat menghargai kontribusi nyata. Banyak profesional sukses di area ini justru berasal dari latar belakang yang beragam, membuktikan bahwa kompetensi bisa dibangun dari pengalaman dan pembelajaran yang tepat, bukan hanya dari jurusan kuliah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\" style=\"padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--60)\">Kombinasi Degree dan Skill di Posisi yang Dinamis<\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk banyak peran yang berkembang cepat seperti digital marketing, data analysis, UI\/UX, product management, atau content creation, gelar akademik bukan lagi penentu utama. Yang lebih relevan adalah kemampuan aktual, kesiapan menghadapi tantangan, dan kecepatan beradaptasi di lingkungan kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Perusahaan kini lebih terbuka pada kandidat dari berbagai latar belakang, selama mereka bisa menunjukkan kompetensi melalui portofolio, studi kasus, atau simulasi kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendekatan ini tidak mengabaikan pendidikan formal, tapi menempatkannya sebagai pelengkap. Fokus utama tetap pada kontribusi nyata, bukan asal institusi. HR dan pemimpin bisnis perlu merancang proses seleksi yang mencerminkan realitas tersebut agar lebih kontekstual, objektif, dan berbasis bukti.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\" style=\"padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--60)\">Praktik Rekrutmen Modern: Menyeimbangkan Degree dan Skill<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Strategi-Rekrutmen-Menilai-Ulang-Kebutuhan-Gelar-Akademik-Linier-vs-Skill-3-1-1024x576.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-9991\" srcset=\"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Strategi-Rekrutmen-Menilai-Ulang-Kebutuhan-Gelar-Akademik-Linier-vs-Skill-3-1-1024x576.png 1024w, https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Strategi-Rekrutmen-Menilai-Ulang-Kebutuhan-Gelar-Akademik-Linier-vs-Skill-3-1-300x169.png 300w, https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Strategi-Rekrutmen-Menilai-Ulang-Kebutuhan-Gelar-Akademik-Linier-vs-Skill-3-1-768x432.png 768w, https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Strategi-Rekrutmen-Menilai-Ulang-Kebutuhan-Gelar-Akademik-Linier-vs-Skill-3-1.png 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p style=\"padding-top:var(--wp--preset--spacing--60)\">Di tengah persaingan talenta yang makin ketat, pendekatan rekrutmen perlu ikut berkembang. Banyak perusahaan mulai menggeser fokus dari hanya melihat CV dan ijazah, menjadi lebih mendalam pada potensi, keterampilan, dan <em>cultural fit<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa praktik yang mulai terbukti efektif antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Redesign job requirement<\/strong><strong><br><\/strong>Tidak lagi fokus pada \u201cminimal S1 jurusan X\u201d, tapi lebih kepada \u201cmampu melakukan A, terbiasa dengan tools B, dan punya pengalaman dalam konteks C\u201d.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Gunakan asesmen berbasis praktik<br><\/strong>Mulai dari <a href=\"https:\/\/www.talentics.id\/assessments\/case-study\"><strong><em>business case study<\/em><\/strong><\/a>, <em>role play, <\/em>sampai tes teknis, proses Ini membantu menilai kemampuan aktual, bukan hanya narasi di CV.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Latih hiring manager untuk membaca potensi, bukan hanya latar belakang<\/strong><strong><br><\/strong>Banyak talenta potensial terlewat karena bias terhadap institusi atau jurusan. Edukasi tim rekrutmen agar lebih objektif dan kontekstual jadi investasi jangka panjang.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Evaluasi sistem seleksi secara berkala<\/strong><strong><br><\/strong>Apa yang berhasil lima tahun lalu belum tentu relevan hari ini. Proses seleksi harus agile dan responsif terhadap kebutuhan bisnis yang berubah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan empat pendekatan diatas yang disesuaikan kebutuhan perusahaan, fokusnya tidak hanya menemukan kandidat yang \u201ctepat di atas kertas\u201d, tapi benar-benar relevan untuk tantangan nyata di lapangan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\" style=\"padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--60)\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Di tengah perubahan dunia kerja yang cepat, rekrutmen tidak bisa lagi mengandalkan gelar akademik sebagai satu satunya acuan. Kombinasi antara degree dan skill menjadi kunci. Beberapa posisi tetap memerlukan jurusan linier seperti tenaga medis dan hukum, namun banyak peran lain lebih mengutamakan kompetensi nyata.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Perusahaan perlu memperbarui cara menilai kandidat, tidak hanya dari latar pendidikan tetapi juga dari kesiapan, portofolio, dan potensi berkembang. Dengan pendekatan yang lebih adaptif dan berbasis bukti, proses rekrutmen dapat menghasilkan talenta yang benar benar relevan dengan kebutuhan bisnis saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Talentics menghadirkan <a href=\"https:\/\/www.talentics.id\/product\/gdps\"><strong>Graduate Development Program Solutions<\/strong><\/a>, solusi rekrutmen <em>end-to-end<\/em> untuk menjaring kandidat terbaik dengan kompetensi yang tepat dan kecocokan teknis. Mulai dari perencanaan, employer branding, asesmen kandidat, hingga onboarding, seluruh proses berjalan dalam satu ekosistem terpadu yang berbasis data.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat menemukan talenta yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga siap bertumbuh menjadi pemimpin masa depan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/talentics.id\/#form\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"179\" src=\"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-4.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-9989\" srcset=\"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-4.png 1024w, https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-4-300x52.png 300w, https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-4-768x134.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lanskap rekrutmen terus berubah mengikuti arah dunia kerja yang makin cepat dan dinamis. Selama ini, banyak proses rekrutmen masih mengutamakan gelar akademik dan jurusan yang linier dengan posisi yang dibutuhkan. Namun pendekatan ini mulai terasa kurang relevan. Banyak lulusan S1 belum sepenuhnya siap menghadapi tantangan pekerjaan, sementara kandidat dari jurusan tidak linier tetapi memiliki skill [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":9988,"parent":0,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"content-type":"","inline_featured_image":false,"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}}},"topic":[46,55],"class_list":["post-9981","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","topic-recruitment-and-employer-branding","topic-talent-assessment-and-selection"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/9981","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/9981\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9992,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/9981\/revisions\/9992"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9988"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9981"}],"wp:term":[{"taxonomy":"topic","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/topic?post=9981"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}