{"id":2835,"date":"2021-10-18T09:00:00","date_gmt":"2021-10-18T09:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/talentics.id\/resources\/blog\/perbedaan-antara-milenial-dan-generasi-z-di-dunia-kerja\/"},"modified":"2021-10-18T09:00:00","modified_gmt":"2021-10-18T09:00:00","slug":"perbedaan-antara-milenial-dan-generasi-z-di-dunia-kerja","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/blog\/perbedaan-antara-milenial-dan-generasi-z-di-dunia-kerja\/","title":{"rendered":"Perbedaan Antara Milenial dan Generasi Z di Dunia Kerja"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Komposisi penduduk Indonesia, berdasarkan hasil survei BPS di tahun 2020, menunjukkan <a href=\"https:\/\/www.bps.go.id\/website\/images\/se2016\/indo\/sensus-penduduk-2020.jpeg\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">penurunan jumlah<\/a> generasi <em>Baby Boomer <\/em>dan generasi X yang signifikan. Dengan kata lain, angkatan kerja saat ini didominasi oleh generasi Milenial dan Generasi Z. Lalu, siapa saja yang termasuk dalam kategori generasi Milenial maupun Generasi Z dan apa perbedaan di antara keduanya di dunia kerja?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" alt=\"Perbedaan Antara Milenial dan Generasi Z di Dunia Kerja\" src=\"http:\/\/talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1634465594-6-scaled.jpg\" \/><\/p>\n<h1><strong>Generasi Milenial dan Generasi Z Tidaklah Sama<\/strong><\/h1>\n<p>Milenial dan terutama Generasi Z akan segera mendominasi angkatan kerja, para pemimpin perusahaan melalui divisi <em>HR <\/em>harus memahami gaya kerja mereka yang berbeda untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi keduanya.<\/p>\n<p>Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2025, generasi Milenial (mereka yang lahir antara awal tahun delapan puluhan dan pertengahan tahun sembilan puluhan) akan mengisi <a href=\"https:\/\/www.catalyst.org\/research\/generations-demographic-trends-in-population-and-workforce\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tiga per empat<\/a> pasar kerja&mdash;menjadi mayoritas angkatan kerja global. Seiring penelitian tersebut dan pertambahan usia tiap generasi, dinamika generasi baru tempat kerja tentunya tidak dapat dihindari.<\/p>\n<p>Milenial dan Generasi Z adalah dua generasi yang masih sulit dipahami karakteristiknya oleh banyak pemimpin perusahaan. Banyak orang masih menyamakan keduanya, menyebabkan kesalahpahaman bahwa Generasi Z dan Milenial (juga dikenal sebagai Generasi Y) berasal dari generasi yang sama dan mereka sering digeneralisasi dengan stereotip yang sama pula.<\/p>\n<p>Namun, jika dilihat dari klasifikasi tahun lahir, kebanyakan orang yang termasuk di kelompok generasi Milenial saat ini mendekati usia 40 daripada 14. Milenial dan Generasi Z adalah dua generasi yang terpisah secara nilai, tujuan, dan prioritas yang berbeda. Maka dari itu, penting bagi perusahaan untuk memperlakukan mereka dengan sesuai.<\/p>\n<p>Meskipun karakteristik yang terkait dengan setiap kelompok generasi tidak selalu berlaku untuk setiap individu, tantangan dan inovasi yang dialami generasi Milenial dan Generasi Z saat tumbuh dewasa membentuk pandangan dunia dan perilaku mereka dengan cara yang berbeda.<\/p>\n<p>Milenial dan Generasi Z sama-sama generasi muda yang tumbuh dengan perubahan teknologi, tetapi mereka memiliki beberapa perbedaan dalam cara mereka berpikir tentang pekerjaan dan pendekatan untuk menyelesaikan tugas-tugas penting.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/talentics.id\/blog\/talentics\/recruitment-and-employer-branding\/beberapa-manfaat-mempekerjakan-early-talents-dengan-keberagaman-yang-unik\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Beberapa Manfaat Mempekerjakan <em>Early Talents <\/em>dengan Keberagaman yang Unik<\/strong><\/a><\/p>\n<h1><strong>Siapakah Milenial dan Generasi Z?<\/strong><\/h1>\n<p>Menurut <strong>Pew Research Center<\/strong>, generasi Milenial <a href=\"https:\/\/www.pewresearch.org\/fact-tank\/2019\/01\/17\/where-millennials-end-and-generation-z-begins\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lahir antara<\/a> tahun 1981 dan 1996 dan siapa pun yang lahir antara tahun 1997 dan pertengahan 2010 termasuk dalam Generasi Z. Beberapa <a href=\"https:\/\/www.forbes.com\/sites\/deeppatel\/2017\/09\/21\/8-ways-generation-z-will-differ-from-millennials-in-the-workplace\/?sh=294c02d76e5e\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">referensi<\/a> mengatakan mereka yang lahir hingga tahun 2015 masih tergolong Generasi Z.<\/p>\n<p>Anggota Milenial tertua mendekati usia 40-an dan yang termuda berusia pertengahan dua puluhan. Milenial terutama dikenal sebagai generasi pertama yang tumbuh bersama internet dan perangkat seluler. Mereka juga langsung dihadapkan tantangan ekonomi dunia yaitu <em>The Great Recession<\/em>. Milenial pun mulai lebih terlibat dalam kesetaraan ras dan gender. Lebih jelasnya, <a href=\"https:\/\/www.indeed.com\/career-advice\/career-development\/gen-z-vs-millennials\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Milenial merupakan<\/a> generasi:<\/p>\n<ul>\n<li>Melihat banyak teknologi berbeda berkembang yang populer kemudian menjadi usang<\/li>\n<li>Mengalami tekanan tinggi untuk kuliah<\/li>\n<li>Menonton acara di televisi<\/li>\n<li>Melihat penciptaan media sosial<\/li>\n<li>Tumbuh terkena dampak terorisme dan perang di luar negeri<\/li>\n<li>Menyukai kolaborasi<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sedangkan anggota tertua Generasi Z saat ini berusia 24 tahun dan baru sebentar memasuki dunia kerja. Tumbuh dengan akses ke ponsel dan internet, Generasi Z umumnya adalah generasi yang paling beragam dan menguasai teknologi dengan sangat baik hingga saat ini. Mereka mewakili 32% dari populasi secara global. Lebih tepatnya <a href=\"https:\/\/www.indeed.com\/career-advice\/career-development\/gen-z-vs-millennials\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">generasi<\/a> ini:<\/p>\n<ul>\n<li>Tidak mengalami masa-masa sebelum adanya internet dan media sosial<\/li>\n<li>Memiliki <em>smartphone <\/em>sebagai perangkat seluler pertama<\/li>\n<li>Lebih sadar akan isu-isu sosial, ekonomi, dan lingkungan di seluruh dunia<\/li>\n<li>Menonton acara di layanan <em>streaming<\/em><\/li>\n<li>Pribadi yang sangat mandiri<\/li>\n<\/ul>\n<p>Namun, ada area abu-abu antara mereka yang lahir pada pertengahan 1990-an, tepatnya dari 1991-1999, karena setelah diidentifikasi, mereka memiliki perpaduan perilaku Generasi Z dan Milenial.<\/p>\n<h1><img decoding=\"async\" alt=\"perbedaan generasi milenial dan gen z di dunia kerja\" src=\"http:\/\/talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1634464937-3-scaled.jpg\" \/><\/h1>\n<h1><strong>Perbedaan Generasi Milenial dan Generasi Z di Dunia Kerja<\/strong><\/h1>\n<p>Terkait dominasi kedua generasi di dunia kerja, sebuah penelitian oleh <strong>Robert Half <\/strong>menunjukkan bahwa <a href=\"https:\/\/www.prnewswire.com\/news-releases\/class-of-2019-chances-of-getting-hired-look-promising-300832914.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">83%<\/a> <em>senior manager <\/em>(dari 2.800 perusahaan\/unit usaha yang tergabung dalam penelitian tersebut) berencana untuk mempekerjakan <em>fresh graduate <\/em>yang mana merupakan bagian dari Generasi Z.<\/p>\n<p>Namun, generasi Milenial dianggap memiliki keuntungan karena mereka adalah generasi perdana &ldquo;<em>digital pioneers<\/em>&rdquo; atau generasi digital pertama yang telah mengenyam berbagai masa sebelum Generasi Z lahir.<\/p>\n<p>Mereka lebih senang mencari tantangan baru dan dibesarkan dalam budaya di mana loyalitas terhadap perusahaan lebih penting dan relatif umum praktiknya. Dengan ini, mereka mengambil lebih menyukai pekerjaan yang <em>job desc-<\/em>nya sudah jelas dan <em>workload<\/em>-nya sesuai.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Anda perlu mempelajari perbedaan keduanya lebih lanjut dengan menyimak pembahasan berikut ini:<\/p>\n<h2>1. Gen Z cenderung pragmatis, Milenial cenderung idealis<\/h2>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Milenial, dibesarkan oleh <em>Baby Boomers<\/em>, dikenal idealis dan optimis karena kebanyakan dari mereka merasakan kemakmuran ekonomi selama mereka tumbuh besar. Namun, Generasi Z tumbuh setelah <em>The Great Recession<\/em>, mereka masih anak-anak selama periode tersebut, yang berarti bahwa mereka mungkin telah melihat orang tua mereka mengalami masalah finansial yang rumit. Sebagian besar hidup mereka dipengaruhi oleh perjuangan yang terkait dengan peristiwa itu, karena itu mereka cenderung lebih pragmatis tentang kehidupan mereka secara umum.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Sementara Milenial lebih termotivasi oleh tujuan jangka panjang daripada gaji, Generasi Z lebih condong ke arah <em>security and money<\/em>. Sebanyak 77% Generasi Z percaya bahwa mereka perlu bekerja lebih keras dibandingkan generasi Milenial untuk mendapatkan kehidupan profesional yang sesuai ekspektasi dan memuaskan. Covid-19 telah membuat masa depan jauh dari kata pasti, oleh karena itu, saat ini Generasi Z banyak yang memiliki karakter <em>on a survival mode<\/em>.<\/p>\n<h2>2. Milenial tumbuh dalam kerja kolaboratif sementara Gen Z menyukai kemandirian<\/h2>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Milenial memiliki mentalitas kolaboratif dan berorientasi pada kerja tim, lebih suka bekerja bersama di ruang kantor terbuka. Mereka berorientasi pada kerja tim dan ingin bekerja di lingkungan di mana inklusi adalah prioritas. Kepentingan bersama dan semangat kolaborasi merupakan pedoman utama untuk memajukan perusahaan.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Di sisi lain, anggota Generasi Z sering memilih untuk bekerja secara mandiri, dengan 45% lebih memilih bekerja di ruang pribadi daripada di tempat kerja bersama. Mereka banyak akal, tumbuh dengan 24 jam akses informasi melalui perangkat seluler mereka, dan ingin dinilai berdasarkan kemampuan mereka sendiri.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Mereka lebih mungkin untuk bersaing dengan rekan-rekan mereka daripada generasi yang lebih tua. 72% dari Generasi Z mengatakan mereka kompetitif dengan talenta perusahaan lain yang melakukan pekerjaan yang sama. Kekuatan mereka ditentukan oleh daya saingnya.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Banyak juga yang ingin mengelola proyek mereka sendiri sehingga mereka mendapat <em>spotlight <\/em>dari perusahaan. Generasi Z adalah generasi yang tidak ingin bergantung pada orang lain untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.<\/p>\n<h2>3. Milenial ingin mengejar beragam <em>job roles<\/em>, sedangkan Generasi Z mengejar <em>career paths<\/em><\/h2>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Milenial dikenal sebagai generasi &#39;<em>job-hopping<\/em>&#39;, karena mereka adalah generasi yang sering berpindah pekerjaan demi jabatan atau posisi tertentu. Sebaliknya, 61% Gen Z mengatakan mereka akan bertahan di perusahaan selama lebih dari 10 tahun jika organisasi itu selaras dengan nilai-nilai mereka.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Perbedaan utama lainnya antara Generasi Z dan Milenial, adalah bahwa Generasi Z bersedia melakukan banyak peran (<em>multitask<\/em>) dalam bekerja. Mereka mengikuti rekan-rekan kerja mereka di media sosial dan ingin memastikan mereka tetap unggul dibanding rekannya. Karena terbiasa <em>multitasking, <\/em>mereka dapat menyelesaikan 2-3 pekerjaan di waktu bersamaan.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Sementara Milenial mudah teralihkan fokusnya, karena harus berpindah-pindah antara gawai satu dan lainnya hanya untuk <em>browsing<\/em> dan membuka <em>email<\/em>, Generasi Z tumbuh di dunia yang terkoneksi internet. Mereka terbiasa dengan pembaruan terus-menerus dari berbagai macam aplikasi.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Beralih di antara tugas-tugas yang berbeda dan memberikan perhatian merata dan terus menerus secara alami pada masing-masing tugas yang dikerjakan. Pada kehidupan sehari-hari, Generasi Z sering ditemui masih mengerjakan pekerjaan mereka dalam perjalanan pulang kerja, membukanya di ponsel sambil mendengarkan lagu.<\/p>\n<h2>4. Milenial mengandalkan komunikasi digital, sementara Generasi Z lebih suka komunikasi tatap muka<\/h2>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Perusahaan Anda mungkin baru saja terbiasa dengan talenta perusahaan dari generasi Milenial yang lebih suka berkomunikasi melalui <em>email <\/em>atau Slack, tetapi bersiaplah untuk kembali melakukan penyesuaian karena meski dijuluki &#39;<em>digital natives<\/em>&#39;, Generasi Z sebenarnya lebih menyukai komunikasi tatap muka. Dalam sebuah penelitian baru-baru ini, 84% Generasi Z mengatakan tatap muka adalah cara komunikasi yang mereka sukai. Sebaliknya, Milenial mengandalkan alat dan <em>platform <\/em>komunikasi digital.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Hal ini terkait dengan pengamatan mereka terhadap efek negatif yang mereka lihat mempengaruhi 90% generasi Milenial, yaitu ketergantungan mereka pada teknologi sebagai ganti komunikasi tatap muka. Miskomunikasi yang terjadi pun menghambat pekerjaan, yang mana bertentangan dengan karakteristik Generasi Z yang kompetitif.<\/p>\n<p>Generasi Z telah terpapar teknologi dalam berbagai bentuk <a href=\"https:\/\/www.allegisgroup.com\/en-gb\/insights\/blog\/2019\/november\/millennials-vs-gen-z-key-differences-in-workplace-dynamics\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sejak usia sangat dini<\/a>. Mereka merasa nyaman dengan mengkonsumsi informasi di berbagai gawai (ponsel, tablet, dan laptop), yang membuat mereka menjadi peka terhadap informasi dari semua kelompok usia. Selain melek teknologi, Gen Z adalah pencipta, inovator, <em>entrepreneur <\/em>dengan pendapat yang kuat dan keinginan untuk didengar.<\/p>\n<p>Meski etos kerja mereka kuat, seperti Milenial, mereka mengharapkan perusahaan memenuhi kebutuhan atas budaya dan lingkungan kerja yang sesuai dengan nilai pribadi yang mereka miliki. Dalam sebuah studi baru-baru ini oleh <strong>Forbes<\/strong>, <a href=\"https:\/\/www.forbes.com\/sites\/ashleystahl\/2018\/09\/26\/gen-z-what-to-expect-from-the-new-work-force\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">77%<\/a> peserta Generasi Z mengatakan bahwa komitmen perusahaan terhadap <em>diversity <\/em>akan menjadi faktor penentu keputusan mereka melamar kerja di suatu perusahaan. Studi lain oleh <strong>Dynamic Signal <\/strong>menyimpulkan bahwa mereka lebih peduli pada keseimbangan kehidupan kerja dan kesejahteraan pribadi.<\/p>\n<p>Bagaimana perusahaan melakukan <em>employer branding <\/em>juga sangat penting bagi Generasi Z dengan 70% talenta potensialnya pasti melihat ulasan <em>online <\/em>di situs seperti Glassdoor sebelum melamar pekerjaan tertentu dan menurut <strong>Forbes, <\/strong>berdasarkan <em>review <\/em>yang diperoleh, <a href=\"https:\/\/www.forbes.com\/sites\/ashleystahl\/2021\/05\/04\/how-gen-z-is-bringing-a-fresh-perspective-to-the-world-of-work\/?sh=79d9db3010c2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">69%<\/a> dari mereka lebih mungkin untuk melamar pekerjaan jika perusahaan mengelola <em>brand<\/em>-nya dengan baik.<\/p>\n<h1><strong>Keuntungan Perusahaan dengan Multigenerasi<\/strong><\/h1>\n<h2>Meningkatkan empati<\/h2>\n<p>Mampu berinteraksi secara teratur dengan rekan kerja yang lebih tua dan lebih muda menjadikan tiap-tiap talenta perusahaan terpapar perspektif yang berbeda <em>on a daily basis<\/em>, memungkinkan mereka untuk menjadi lebih berempati kepada orang lain dan merespons tantangan dengan lebih tepat.<\/p>\n<h2><em>Reverse Mentoring<\/em><\/h2>\n<p>Rekan-rekan yang lebih berpengalaman tidak hanya dapat memberikan bimbingan kepada kaum muda yang baru memulai karir mereka, tetapi generasi muda, yaitu Milenial dan Generasi Z juga dapat membantu mendidik generasi yang lebih tua tentang cara beradaptasi sesuai perkembangan zaman, terutama yang berkaitan dengan teknologi.<\/p>\n<h2>Kolaborasi yang beragam<\/h2>\n<p>Generasi yang lebih tua dan generasi muda yang bekerja sama dapat menciptakan kombinasi yang kuat antara pengalaman dan inovasi yang mengarah pada kesuksesan perusahaan. <em>Workflow <\/em>yang kolaboratif membuat setiap individu yang tergabung di dalamnya terus berkembang dan tumbuh. Perbedaan dalam pengalaman hidup mereka menambah keragaman pada pola pikir keseluruhan tim kerja.<\/p>\n<p>Perusahaan-perusahaan, melalui divisi <em>HR<\/em>, perlu mempertimbangkan penggunaan beragam alat analisis untuk memahami dan membuka peluang konektivitas (<em>connectivity<\/em>) serta keterlibatan (<em>engagement<\/em>) dengan talenta muda yang akan direkrut, seperti melalui jejaring sosial maupun pendekatan personal melalui surel atau pesan singkat seluler.<\/p>\n<p>Penting bagi perusahaan untuk memahami <a href=\"http:\/\/talentics.id\/blog\/talentics\/recruitment-and-employer-branding\/talent-engagement-strategi-perusahaan-untuk-mendapatkan-talenta-terbaik\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">proses<em> talent engagement<\/em><\/a> yang tepat dilakukan selama pandemi berlangsung terutama strategi tepat yang dapat menarik talenta dari generasi Milenial dan Z yang banyak dibutuhkan oleh perusahaan Anda.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/talentics.id\/blog\/talentics\/recruitment-and-employer-branding\/strategi-talent-engagement-bagaimana-menarik-talenta-generasi-z-dalam-proses-rekrutmen-di-masa-pandemi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Strategi <em>Talent Engagement<\/em>: Bagaimana Menarik Talenta Generasi Z dalam Proses Rekrutmen Di Masa Pandemi?<\/strong><\/a><\/p>\n<p><em>Article Editor: Nadia Fernanda<\/em><\/p>\n<p><em>Image credits: Pexels<\/em><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/talentics.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"http:\/\/talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1594280399-whatsapp-i.jpeg\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Angkatan kerja saat ini didominasi oleh Milenial dan Generasi Z. Siapakah yang dimaksud dengan generasi-generasi tersebut? Apa saja perbedaan signifikan antara keduanya di dunia kerja?<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":2836,"parent":0,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"content-type":"","inline_featured_image":false,"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}}},"topic":[43],"class_list":["post-2835","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","topic-people-analytics"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/2835","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/2835\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2836"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2835"}],"wp:term":[{"taxonomy":"topic","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/topic?post=2835"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}