{"id":2819,"date":"2021-10-05T13:50:00","date_gmt":"2021-10-05T13:50:00","guid":{"rendered":"https:\/\/talentics.id\/resources\/blog\/peran-penting-divisi-human-resources-di-perusahaan-anda\/"},"modified":"2021-10-05T13:50:00","modified_gmt":"2021-10-05T13:50:00","slug":"peran-penting-divisi-human-resources-di-perusahaan-anda","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/blog\/peran-penting-divisi-human-resources-di-perusahaan-anda\/","title":{"rendered":"Peran Penting Divisi Human Resources di Perusahaan Anda"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa miskonsepsi masih banyak beredar di masyarakat mengenai dunia <em>Human Resource (HR). <\/em>Selentingan seperti &ldquo;<em>Oh, kerjanya <\/em>HR, <em>ngurusin <\/em>payroll <em>dong, ya?<\/em>&rdquo; atau &ldquo;<em>Anak <\/em>HR <em>mah enak, kerjaannya hiring doang. Kalau gak sesuai ekspektasi tinggal mecatin orang.&rdquo; <\/em>Persepsi-persepsi demikian semacam mengecilkan peran dan tanggung jawab praktisi <em>HR <\/em>meski sebenarnya fungsi mereka tidak hanya sebatas urusan <em>hiring <\/em>dan <em>payroll<\/em>.<\/p>\n<p>Peran <em>HR <\/em>dimulai sejak <em>attracting talent&mdash;<\/em>dengan strategi <em>talent engagement, <\/em>hingga mengelola talenta perusahaan yang telah berhasil <em>onboarding <\/em>atau yang telah bekerja lama sebelumnya dengan beragam strategi <em>employee engagement<\/em>.<\/p>\n<p>Secara tidak langsung, ini berarti tiap praktisi <em>HR <\/em>di perusahaan Anda bertanggung jawab menginisiasi <em>employer branding <\/em>yang baik dan mengatur standar <em>candidate <\/em>serta <em>employee experience <\/em>di perusahaan Anda. Memastikan bekerja di perusahaan Anda merupakan pengalaman terbaik yang dialami oleh seluruh talenta perusahaan.<\/p>\n<p>Selain itu, <em>HR <\/em>juga dapat berperan dalam memastikan bahwa talenta yang bekerja di perusahaan Anda sesuai dengan kebutuhan perusahaan saat itu dan di masa yang akan datang.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/talentics.id\/blog\/talentics\/recruitment-and-employer-branding\/predictive-hiring-masa-depan-proses-rekrutmen-perusahaan-anda\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong><em>Predictive Hiring<\/em>: Masa Depan Proses Rekrutmen Perusahaan Anda<\/strong><\/a><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"peran penting human resources di perusahaan anda\" src=\"http:\/\/talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1633417370-10-scaled.jpg\" \/><\/p>\n<h1><strong>Sebenarnya, apa itu <em>human resources <\/em>dalam perusahaan?<\/strong><\/h1>\n<p><em>Human resources management <\/em>(HRM) atau singkatnya <em>human resources <\/em>dikenal pula sebagai manajemen sumber daya manusia (SDM) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sistem formal yang dirancang untuk mengelola SDM suatu organisasi.<\/p>\n<p>Tanggung jawab seorang manajer <em>human resources<\/em> dikategorikan menjadi <a href=\"https:\/\/www.inc.com\/encyclopedia\/human-resource-management.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tiga bidang utama<\/a>: <em>staffing <\/em>(berkaitan dengan <em>hiring, onboarding, <\/em>keputusan PHK, dan lainnya yang berhubungan dengan kuota talenta perusahaan), kompensasi dan tunjangan talenta perusahaan, dan menentukan tupoksi pada setiap posisi yang ada.<\/p>\n<p>Pada dasarnya, tujuan adanya divisi khusus di bidang <em>human resources <\/em>adalah untuk memaksimalkan produktivitas organisasi dengan mengoptimalkan efektivitas talenta perusahaannya. <strong>Edward L. Gubman <\/strong>dalam <em>Journal of Business Strategy<\/em>, mengatakan <em>&quot;the basic mission of human resources will always be to acquire, develop, and retain talent; align the workforce with the business; and be an excellent contributor to the business.&rdquo;<\/em><\/p>\n<h1><strong>Peran Penting Divis <em>Human Resources <\/em>di Perusahaan Anda<\/strong><\/h1>\n<p>Peran praktisi <a href=\"https:\/\/courses.lumenlearning.com\/boundless-business\/chapter\/the-functions-and-goals-of-hr\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>HR<\/em><\/a> sendiri adalah sebagai profesional yang melakukan berbagai tugas dalam struktur organisasi seperti mempekerjakan talenta perusahaan baru untuk kontrak penuh waktu atau paruh waktu, mengurus kerja sama dengan pihak ketiga, dan mengakhiri kontrak talenta perusahaan. Adapun detil pekerjaan mereka di antaranya adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan <em>human resource <\/em>perusahaan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Dalam praktiknya, ini berarti mereka perlu mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan perusahaan akan talenta baru melalui rekrutmen internal maupun eksternal, memanfaatkan berbagai teknologi rekrutmen untuk mendapatkan pelamar dalam jumlah besar dan melakukan <em>screening <\/em>berdasarkan pengalaman yang relevan, dan mengakhiri kontrak apabila diperlukan.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Praktisi <em>HR <\/em>pun mempertahankan praktik perekrutan yang etis dan menyelaraskan dengan peraturan atau kebijakan pihak eksternal, seperti pemerintah. Mereka juga perlu menulis kontrak talenta perusahaan dan menegosiasikan hak serta kewajibannya.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Mengangkat talenta baru dan menyediakan fasilitas pengembangan berkelanjutan adalah investasi utama bagi perusahaan Anda SDM bertanggung jawab untuk mempertahankan pendekatan pengembangan terhadap sumber daya manusia yang ada.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Tidak hanya berhenti di sana, seorang praktisi <em>HR <\/em>perusahaan pun memiliki tanggung jawab untuk menyusun kegiatan pengembangan yang melatih dan mempersiapkan talenta baru agar siap bekerja dan beradaptasi di lingkungan perusahaan. <em>HR <\/em>juga memberikan kesempatan pelatihan (pelatihan internal, program pendidikan, konferensi, maupun seminar) agar talenta perusahaan tetap <em>up to date <\/em>di bidangnya masing-masing.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\"><em>HR <\/em>pun perlu memiliki pengetahuan seputar prospek manajemen dan disiplin dalam memberikan umpan balik (<em>feedback<\/em>) kepada talenta perusahaan yang ada. Hal ini dapat menjadi acuan dalam memberikan promosi jabatan atau kenaikan upah kerja mereka.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/talentics.id\/blog\/talentics\/people-analytics\/praktisi-hr-perlu-pahami-people-analytics-untuk-kemudahan-pengelolaan-sumber-daya-manusia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Praktisi <em>HR<\/em> Perlu Pahami <em>People Analytics <\/em>untuk Kemudahan Pengelolaan Sumber Daya Manusia<\/strong><\/a><\/p>\n<ol>\n<li value=\"2\"><strong>Mengatur <em>benefit <\/em>yang diterima talenta perusahaan berdasarkan <em>level grading <\/em><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Gaji dan tunjangan juga termasuk dalam lingkup tupoksi divisi <em>HR<\/em>. Hal ini di antaranya termasuk mengidentifikasi kompensasi yang sesuai berdasarkan posisi, kinerja, dan persyaratan hukum.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Kegiatan kompensasi di sini dimulai dari menetapkan tingkat kompensasi agar sesuai dengan pasar kerja dengan menggunakan tolok ukur seperti standar industri untuk posisi pekerjaan tertentu. Selain gaji pokok, praktisi <em>HR <\/em>pun berkewajiban mengurus asuransi kesehatan, rencana pensiun, dan manfaat lainnya dengan penyedia pihak ketiga.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Selain itu, kenaikan pangkat (<em>promotion<\/em>) dan\/atau penurunan pangkat (<em>demotion<\/em>) pun menjadi ranah peran <em>HR <\/em>dalam sebuah perusahaan. Oleh karena itu, <em>HR <\/em>perlu memastikan kinerja masing-masing talenta perusahaan terhadap ekspektasi dan kebutuhan target perusahaan. Dalam hal ini divisi <em>HR <\/em>dapat bekerja sama dengan divisi <em>legal <\/em>(hukum) agar menyesuaikan&nbsp; hukum dan kebijakan yang berlaku di Indonesia dalam hal kompensasi karyawan.<\/p>\n<ol>\n<li value=\"3\"><strong>Memastikan pelaksanaan protokol keselamatan dan kesehatan di lingkungan kerja<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Praktisi <em>HR, <\/em>bersama divisi K3 perusahaan, memiliki peran dalam memastikan pertimbangan perusahaan cermat mengenai masalah keselamatan dan kesehatan talentanya.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Mereka pun wajib membangun budaya perusahaan yang sadar akan pentingnya K3 dan memastikan standar protokol dilaksanakan oleh seluruh elemen perusahaan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Oleh karena itu, tak jarang divisi HR harus mengadakan diskusi terbuka untuk membahas keselamatan dan kesehatan kerja dengan serikat pekerja yang ada.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Divisi <em>HR <\/em>perusahaan pun perlu melakukan penyesuaian ketika ada aturan baru terkait keselamatan dan kesehatan kerja dari pemerintah, seperti yang setahun terakhir berlaku yaitu segala kebijakan terkait pandemi Covid-19.<\/p>\n<ol>\n<li value=\"4\"><strong>Berurusan dengan serikat kerja dan segala hal lain yang berkaitan dengan talenta perusahaan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Hal ini berkaitan dengan peran penting lainnya dari bidang <em>HR, <\/em>berupa mempertahankan hak-hak talenta perusahaan dan menengahi perselisihan, baik antara perusahaan dan sumber daya manusianya maupun perselisihan yang terjadi di antara talenta perusahaan.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Praktisi <em>HR <\/em>di perusahaan Anda perlu memiliki kemampuan memadai dalam mempertimbangkan klaim pelecehan dan pelanggaran di tempat kerja, membahas hak-hak talenta dengan serikat pekerja, manajemen, dan pemangku kepentingan. Salah satu yang dilakukan banyak perusahaan di dunia adalah dengan melakukan pertemuan rutin per kuartal untuk membahas hal-hal ini.<\/p>\n<p><strong><em>HR <\/em>adalah jembatan perusahaan dengan talentanya&mdash;berlaku pula sebaliknya, yang mana bertanggung jawab memperjuangkan kesejahteraan bersama<\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/talentics.id\/blog\/talentics\/people-analytics\/data-driven-hr-organization-haruskah\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong><em>Data-Driven HR Organization<\/em>: Haruskah?<\/strong><\/a><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"peran penting hr di perusahaan anda\" src=\"http:\/\/talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1633417160-3-scaled.jpg\" \/><\/p>\n<h1><strong>Jadi, sudah jelas bahwa divisi <em>human resources <\/em>memang penting bagi perusahaan Anda.<\/strong><\/h1>\n<p>Divisi ini hadir untuk <a href=\"https:\/\/www.hrdconnect.com\/2019\/05\/22\/what-is-hr-management-in-an-organisation\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengakui dan menghargai individu<\/a>. <em>HR<\/em> mengakui nilai setiap talenta dalam sebuah perusahaan, menunjukkan bahwa perusahaan pun mengakui dan menghargai kontribusi individu. <strong>Businessolver<\/strong> menyatakan bahwa 93% talenta mengatakan mereka akan memilih bertahan di perusahaan yang memiliki empati terhadap talentanya. Penelitian ini didukung oleh survei indeks kebahagiaan oleh <strong>Ultimate Software <\/strong>yang mengatakan bahwa 75% talenta akan menetap lebih lama di sebuah perusahaan yang mau mendengarkan dan mengatasi masalah mereka.<\/p>\n<p><em>HR <\/em>pun melakukan <em>hiring <\/em>pada talenta perusahaan yang kemudian membawa keterampilan dan ide baru dan mendorong pertumbuhan bisnis. Divisi <em>HR <\/em>pun menjamin kualitas kehidupan kerja. Praktisi <em>HR <\/em>yang baik akan memastikan tiap talenta yang bergabung di perusahaan Anda berhak atas lingkungan yang aman, bersih, dan menyenangkan untuk bekerja. Menurut studi&nbsp; Global Productivity Hinges on Human Capital Development oleh <strong>Gallup<\/strong>, 85% talenta perusahaan di seluruh dunia merasa tidak terlibat di tempat kerja dan hanya 15% yang memperoleh kepuasan dari pekerjaan mereka.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/smallbusiness.chron.com\/six-main-functions-human-resource-department-60693.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Peningkatan keterampilan<\/a> yang menjadi tanggung jawab <em>HR <\/em>pun berperan dalam membangun minat jangka panjang setiap talenta perusahaan dalam bekerja. Seorang praktisi <em>HR <\/em>yang baik menyadari perlunya pembelajaran berkelanjutan. Dengan kata lain, bakat dan keterampilan harus terus diasah untuk kepentingan jangka panjang perusahaan Anda.<\/p>\n<p>Salah satu peran penting ini dimulai seketika dengan memfasilitasi adaptasi talenta baru dan talenta lama perusahaan Anda. Peluang terus berubah. Perusahaan membutuhkan metode adaptasi terkini yang sesuai dengan generasi kerja saat ini. Hal ini akan mengarah pada <em>employee engagement <\/em>dan <em>employee experience <\/em>yang baik karena sesungguhnya perusahaan memiliki tanggung jawab untuk memberi setiap talentanya motivasi dan keuntungan.<\/p>\n<p>Bahkan perusahaan sebenarnya perlu terus mencoba mencocokkan keterampilan talentanya dengan pekerjaan yang sesuai. Menurut <strong>DecisionWise<\/strong>, 64% pekerja secara global merasa pekerjaan mereka memberi mereka arti dan tujuan hidup.<\/p>\n<p><em>HR<\/em> memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada hal-hal teknis seperti <em>payroll. <\/em>Setelah memahami peran penting divisi <em>HR,<\/em> perusahaan perlu mengapresiasi lebih dari sekadar formalitas agar para praktisi <em>HR <\/em>di perusahaan Anda dapat memberikan kontribusinya yang maksimal.<\/p>\n<p><em>Article Editor: Nadia Fernanda<\/em><\/p>\n<p><em>Image credits: Pexels<\/em><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/talentics.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"http:\/\/talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1594280399-whatsapp-i.jpeg\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak stigma beredar di masyarakat tentang peran divisi HR di sebuah perusahaan. Apakah benar tugas praktisi HR perusahaan terbatas pada urusan payroll dan hiring? Atau sebenarnya ada peran penting lain yang menjadi tanggung jawab HR?<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":2820,"parent":0,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"content-type":"","inline_featured_image":false,"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}}},"topic":[55],"class_list":["post-2819","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","topic-talent-assessment-and-selection"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/2819","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/2819\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2820"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2819"}],"wp:term":[{"taxonomy":"topic","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/topic?post=2819"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}