{"id":2747,"date":"2022-08-04T14:42:00","date_gmt":"2022-08-04T14:42:00","guid":{"rendered":"https:\/\/talentics.id\/resources\/blog\/mengenal-cognitive-ability-test\/"},"modified":"2022-08-04T14:42:00","modified_gmt":"2022-08-04T14:42:00","slug":"mengenal-cognitive-ability-test","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/blog\/mengenal-cognitive-ability-test\/","title":{"rendered":"Mengenal Cognitive Ability Test dan Manfaatnya dalam Rekrutmen"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Dalam proses rekrutmen yang dilakukan oleh perusahaan, ada banyak jenis <a href=\"http:\/\/talentics.id\/blog\/talentics\/talent-assessment-and-selection\/memilih-metode-seleksi-talenta-potensial-yang-efektif-dan-efisien-beserta-tipsnya-bagi-perusahaan-anda\">tes kompetensi<\/a> yang bisa digunakan. Tujuannya tentu saja, mencari kandidat terbaik untuk mengisi posisi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Salah satu jenis tes kompetensi yang sering dimanfaatkan adalah cognitive ability test.<\/p>\n<h2 dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><strong id=\"docs-internal-guid-de1db695-7fff-b88f-83d3-76b9cc791af7\">Apa Itu Cognitive Ability Test?<\/strong><\/h2>\n<p>Tes kemampuan kognitif atau tes bakat merupakan salah satu cara untuk mengukur kemampuan kognitif seseorang dan mengetahui sejauh mana pengetahuan yang mereka miliki. Pada umumnya, tes ini meliputi uji kemampuan verbal, numerikal, dan spasial.<\/p>\n<p>Dalam dunia kerja, kemampuan kognitif dapat menentukan kompetensi seseorang dalam mengidentifikasi suatu masalah, memahami, dan menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Di perusahaan, tingkat jabatan yang berbeda membutuhkan kemampuan kognitif yang berbeda pula.<\/p>\n<p>Terutama posisi manajerial yang memiliki fungsi utama sebagai decision maker. Posisi ini tentu saja wajib diisi seseorang dengan kemampuan kognitif yang baik. Kemampuan kognitif juga diperlukan oleh posisi administrasi karena posisi ini menuntut seseorang untuk lebih teliti dan cermat.<\/p>\n<h2 dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><strong id=\"docs-internal-guid-de1db695-7fff-b88f-83d3-76b9cc791af7\">Aspek Penilaian Cognitive Ability Test<\/strong><\/h2>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" alt=\"Cognitive Ability Test\" src=\"http:\/\/talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1660122733-17-1-i-yti.jpg\" \/><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Dalam pelaksanaannya, cognitive ability test memiliki beberapa aspek penilaian yang bisa menjadi patokan untuk menentukan apakah kandidat yang ada sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Adapun aspek penilaian tersebut, antara lain:<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><strong id=\"docs-internal-guid-de1db695-7fff-b88f-83d3-76b9cc791af7\">Logical<\/strong><\/h3>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Pada penilaian tentang logika, kemampuan kandidat dalam mengolah informasi baru dan mengintegrasikan dengan pengetahuan yang dimiliki akan diuji. Dari sini dapat terlihat seberapa efektif cara yang akan dilakukan kandidat ketika menemukan sebuah masalah di perusahaan.<strong id=\"docs-internal-guid-de1db695-7fff-b88f-83d3-76b9cc791af7\">&nbsp;<\/strong><\/p>\n<h3 dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><strong id=\"docs-internal-guid-de1db695-7fff-b88f-83d3-76b9cc791af7\">Numerical<\/strong><\/h3>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Aspek penilaian ini akan melihat seberapa baik kemampuan seseorang dalam membuat keputusan berdasarkan data yang ada. Tidak hanya itu, kemampuan kandidat dalam membaca informasi berbentuk tabel atau grafik juga bisa diketahui dari tes Numerical.<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><strong id=\"docs-internal-guid-de1db695-7fff-b88f-83d3-76b9cc791af7\">Spasial<\/strong><\/h3>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Kemampuan spasial pada cognitive ability test meliputi keahlian kandidat dalam memvisualisasikan bentuk dan memutar objek secara benar. Dari tes spasial dapat diketahui bahwa kandidat cukup tangguh dan efektif ketika menghadapi sebuah problematika. Keputusan yang dibuat juga telah dipikirkan matang-matang sesuai kondisi serta segala kemungkinan yang diprediksi.<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><strong id=\"docs-internal-guid-de1db695-7fff-b88f-83d3-76b9cc791af7\">Verbal<\/strong><\/h3>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Tes ini akan menunjukkan kemampuan kandidat dalam membuat keputusan berdasarkan informasi yang didapatkan. Bukan baik dan buruknya keputusan yang akan dinilai, tetapi efektif atau tidaknya keputusan tersebut berdasarkan kondisi dan kasus yang dihadapi.<\/p>\n<h2 dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><strong id=\"docs-internal-guid-de1db695-7fff-b88f-83d3-76b9cc791af7\">Manfaat Cognitive Ability Test<\/strong><\/h2>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" alt=\"Cognitive Ability Test\" src=\"http:\/\/talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1660122763-17-2-okezo.jpg\" \/><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Melihat ulasan tentang aspek penilaian di atas, dapat disimpulkan beberapa manfaat cognitive ability test, yaitu:<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><strong id=\"docs-internal-guid-de1db695-7fff-b88f-83d3-76b9cc791af7\">1. Menguji Logika Calon Karyawan<\/strong><\/h3>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Tes kemampuan kognitif bermanfaat untuk mengetahui seberapa jauh logika seorang kandidat dipakai dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Hal ini penting mengingat beberapa posisi di perusahaan membutuhkan karyawan dengan kemampuan membuat keputusan yang logis dan tepat.<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><strong id=\"docs-internal-guid-de1db695-7fff-b88f-83d3-76b9cc791af7\">2. Mengetahui Potensi Calon Karyawan<\/strong><\/h3>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya logika, potensi kandidat juga diuji melalui tes kognitif ini. Potensi yang dimaksud adalah potensi untuk ditempatkan di posisi manapun. Biasanya, penilaian soal potensi ini meliputi kemampuan leadership, problem solving, decision making, dan beberapa potensi penting lain yang benar-benar dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas SDM perusahaan.<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><strong id=\"docs-internal-guid-de1db695-7fff-b88f-83d3-76b9cc791af7\">3. Memberi Kesempatan Karyawan untuk Bekerja di Bidang yang Tepat<\/strong><\/h3>\n<p>Selain dua hal sebelumnya, tes kognitif juga membantu perusahaan mengenali <a href=\"http:\/\/talentics.id\/blog\/talentics\/talent-assessment-and-selection\/mengapa-psikotes-tetap-relevan-dalam-setiap-proses-rekrutmen\">kemampuan dan keterampilan kandidat<\/a>. Jadi ketika melakukan proses perekrutan, tim rekrutmen tahu dimana saja akan meletakkan kandidat pilihan. Dengan adanya tes kognitif, karyawan memiliki kesempatan untuk bekerja di bidang yang sesuai dengan skill mereka sehingga dapat memberikan kontribusi lebih untuk perusahaan.<\/p>\n<p>Bagaimana, tertarik untuk menggunakan cognitive ability test dalam proses rekrutmen karyawan? Sebagai referensi, kita bisa menggunakan jasa rekrutmen online seperti Talentics untuk menjaring kandidat potensial. Ada banyak pilihan tes kompetensi yang disediakan lembaga ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi tanpa perlu repot menyediakan soal, kita sudah bisa menjaring kandidat potensial dengan kualitas seperti yang diharapkan. Silakan <a href=\"http:\/\/talentics.id\/\">klik di sini<\/a> untuk mengetahui hal menarik lain tentang Talentics. Semoga ulasan di atas bermanfaat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/talentics.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"http:\/\/talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1594280399-whatsapp-i.jpeg\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam proses rekrutmen di suatu perusahaan, ada banyak jenis tes yang dilakukan. Salah satunya, cognitive ability test atau tes kemampuan kognitif.<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":2748,"parent":0,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"content-type":"","inline_featured_image":false,"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}}},"topic":[42],"class_list":["post-2747","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","topic-hr-media"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/2747","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/2747\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2748"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2747"}],"wp:term":[{"taxonomy":"topic","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/topic?post=2747"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}