{"id":2500,"date":"2023-03-27T09:23:00","date_gmt":"2023-03-27T09:23:00","guid":{"rendered":"https:\/\/talentics.id\/resources\/blog\/problem-solving-adalah\/"},"modified":"2023-03-27T09:23:00","modified_gmt":"2023-03-27T09:23:00","slug":"problem-solving-adalah","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/blog\/problem-solving-adalah\/","title":{"rendered":"Analisis Problem-Solving Skill di Dunia Kerja"},"content":{"rendered":"<p>Banyak perusahaan menuliskan &ldquo;Memiliki kemampuan <em>problem-solving<\/em> yang baik&rdquo; sebagai salah satu persyaratan untuk dapat diterima di posisi perusahaan tersebut. Hal ini dapat diartikan bahwa perusahaan membutuhkan karyawan yang secara profesional dapat berpikir kritis, analitis, dan kreatif dalam menemukan solusi yang tepat dalam berbagai situasi. Artikel ini akan membahas definisi <em>problem solving skill<\/em>, dilengkapi dengan bagaimana perusahaan dapat menemukan karyawan dengan kapasitas <em>problem solving <\/em>yang baik.<\/p>\n<h2><a name=\"_avrb8puudje\"><\/a>Apa itu <em>Problem-Solving Skill?<\/em><\/h2>\n<p><em>Problem-solving<\/em> skill adalah terminologi yang diambil dari bahasa Inggris yang berarti kemampuan individu untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis situasi yang dihadapi, dan menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Kemampuan ini diperlukan pada semua bidang pekerjaan tanpa terkecuali, karena setiap pekerjaan pasti akan dihadapkan pada masalah yang perlu diselesaikan dan memerlukan pemecahan jalan keluar terbaik.<\/p>\n<p>Apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, terminologi yang dapat dipakai adalah kemampuan memecahkan masalah. Perusahaan banyak mencari kandidat karyawan dengan dengan kemampuan ini karena karyawan dipercaya dapat bekerja secara lebih efisien dan tentunya dapat membantu perusahaan mencapai visi dan misinya secara lebih efektif.<\/p>\n<h2><a name=\"_tfe856w29tak\"><\/a>5 Proses Melakukan Pemecahan Masalah<\/h2>\n<p>Dalam pelaksanaannya, pemecahan masalah akan lebih baik apabila diselesaikan dengan metodologi yang terstruktur sehingga proses penyelesaian dapat dilakukan secara runut dan tidak akan menimbulkan masalah yang sama pada masa yang akan datang. Dinalsir dari IOWA University of Human Resources, kelima proses tersebut adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Identifikasi akar masalah<\/li>\n<li>Pengumpulan dan analisis data<\/li>\n<li>Pengembangan solusi<\/li>\n<li>Implementasi solusi<\/li>\n<li>Monitor dan evaluasi berkelanjutan<\/li>\n<\/ul>\n<h2><a name=\"_ontljtqh1l2p\"><\/a>Contoh Problem Solving di Dunia Kerja<\/h2>\n<p>Untuk lebih memperdalam contoh penyelesaian masalah di dunia kerja, berikut dua contoh pemecahan masalah dengan 5 proses diatas:<\/p>\n<h3><a name=\"_hcsybbioln6g\"><\/a>1.&nbsp;&nbsp; Social Media Specialist: Penurunan <em>Engagement<\/em><\/h3>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Sebagai seorang Social Media Specialist, tugas utamanya adalah untuk memastikan <em>engagement <\/em>dengan <em>followers<\/em> melalui media sosial. Namun, ketika terjadi masalah seperti penurunan interaksi, seorang <em>Social Media Specialist<\/em> dituntut untuk mampu menyelesaikan masalah tersebut dengan cepat dan efektif.&nbsp;<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Langkah pertama dalam menyelesaikan masalah ini adalah mengidentifikasi akar penyebabnya. Apakah konten yang dibagikan kurang menarik, atau apakah jumlah <em>posting <\/em>yang sedang tidak konsisten? Setelah akar penyebab ditemukan, langkah berikutnya adalah mengumpulkan dan menganalisis data terkait dengan konten yang dibagikan dan interaksi dari para <em>followers<\/em>.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Dari sana, solusi dapat dikembangkan, seperti meningkatkan kualitas dan variasi konten yang dibagikan atau meningkatkan frekuensi <em>posting<\/em>. Setelah solusi diimplementasikan, penting untuk terus memantau dan mengevaluasi keefektifan solusi dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\"><strong>Baca juga:<\/strong><a href=\"https:\/\/talentics.id\/blog\/talentics\/people-analytics\/skill-2023\"><strong> 5 Skill Paling Dibutuhkan 2023<\/strong><\/a><\/p>\n<h3><a name=\"_5jhp20tew4du\"><\/a>2.&nbsp;&nbsp; Software Engineer: Komplain <em>Loading <\/em>Terlalu Lama<\/h3>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Sebagai seorang <em>Software Engineer,<\/em> salah satu masalah yang mungkin dihadapi adalah lamanya waktu <em>loading<\/em> pada aplikasi. Untuk mengatasi masalah ini, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi <em>root cause<\/em> dari masalah tersebut, misalnya apakah terdapat masalah pada kode, server, atau sumber daya lainnya.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Setelah akar masalah ditemukan, langkah berikutnya adalah melakukan pengumpulan dan analisis data mengenai waktu <em>loading<\/em> aplikasi sebelumnya dan faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti ukuran file atau kecepatan koneksi internet.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Setelah data terkumpul dan dianalisis, maka seorang software engineer dapat mengembangkan solusi yang tepat untuk meningkatkan waktu loading aplikasi seperti memperbaiki kode, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, atau menggunakan teknologi baru.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Setelah solusi dikembangkan, proses implementasi solusi pada aplikasi dan melakukan uji coba untuk memastikan efektivitasnya. Setelah implementasi, penting untuk terus melakukan monitor dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan solusi tetap efektif dan memperbaiki masalah jika terjadi lagi di masa depan.<\/p>\n<h2><a name=\"_rxozbr537bfy\"><\/a>3 Cara Mengetahui Kemampuan <em>Problem-Solving <\/em><\/h2>\n<p>Melihat bagaimana contoh <em>real case <\/em>karyawan dengan kemampuan pemecahan masalah yang baik dapat bekerja sendiri secara profesional, perusahaan akan berlomba-lomba mencari kandidat dengan kemampuan <em>problem solving<\/em> yang baik pula. Langkah yang akan dilakukan adalah:<\/p>\n<h3><a name=\"_i32vi9ahlyh4\"><\/a>1.&nbsp;&nbsp; Lakukan Pengetesan<\/h3>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Terdapat beberapa cara untuk menilai apakah seseorang memiliki kemampuan problem solving yang baik. Pertama-tama, perusahaan dapat melakukan tes psikometri yang dirancang untuk mengukur kemampuan <em>problem-solving<\/em> dan pemecahan masalah.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\"><a href=\"https:\/\/talentics.id\/blog\/talentics\/talent-assessment-and-selection\/jenis-jenis-tes-kepribadian-yang-biasa-digunakan-dalam-tes-seleksi-kerja\"><strong>Jenis-Jenis Tes Kepribadian yang Biasa Digunakan dalam Tes Seleksi Kerja<\/strong><\/a><\/p>\n<h3><a name=\"_f7u9y1ejttlm\"><\/a>2.&nbsp;&nbsp; Cek Kontak Referensi Perusahaan Sebelumnya<\/h3>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Dalam rangka menilai kemampuan <em>problem-solving<\/em> seorang kandidat karyawan, langkah lain yang dapat perusahaan lakukan adalah meminta referensi dari mantan atasan atau kolega perusahaan sebelumnya. Hal ini dapat memberikan informasi tambahan tentang bagaimana seorang kandidat bekerja dalam situasi tertentu dan kemampuan yang dimilikinya.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/talentics.id\/blog\/talentics\/recruitment-and-employer-branding\/kontak-referensi-adalah\"><strong>Cara Crosscheck Kontak Referensi<\/strong><\/a><\/p>\n<h3><a name=\"_cy2wgdqaf7c5\"><\/a>3.&nbsp;&nbsp; Penilaian Langsung<\/h3>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Langkah terakhir, perusahaan juga dapat menilai kemampuan pemecahan masalah seseorang melalui pengamatan langsung pada saat kerja. Pada saat bekerja, seorang karyawan akan dihadapkan dengan berbagai masalah dan tantangan yang baru dan beragam.Pada proses ini, perusahaan dapat melihat bagaimana karyawan tersebut mengatasi masalah dan apakah mereka mampu menyelesaikan masalah dengan cepat dan efektif.<\/p>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Perusahaan juga dapat memperhatikan bagaimana karyawan mengambil keputusan dalam situasi yang sulit. Seorang karyawan yang memiliki kemampuan <em>problem-solving<\/em> yang baik cenderung dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat dalam situasi yang memerlukan keputusan penting.<\/p>\n<h2><a name=\"_9rn9j1px0qa5\"><\/a>Talentics Insight: Problem-solving Skill Dipengaruhi Tingkat Pendidikan<\/h2>\n<p>Hasil General Competency Test yang telah dianalisis oleh praktisi Talentics menyatakan adanya peningkatan kemampuan problem-solving yang beriringan dengan naiknya tingkat pendidikan. Nilai rata-rata kemampuan memecahkan masalah berdasarkan tingkat pendidikan adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>60.06 untuk lulusan Sekolah Menengah Atas\/Sederajat<\/li>\n<li>60.11 untuk lulusan D3<\/li>\n<li>64.46 untuk lulusan S1<\/li>\n<li>65.52 untuk lulusan S2 dan S3<\/li>\n<\/ul>\n<p>Adapun data yang dianalisis berasal dari 1995 total individu dengan persentase tingkat pendidikan 32% lulusan SMA\/Sederajat, 2% lulusan D3, 62% lulusan S1, dan 3% lulusan Pasca Sarjana.<\/p>\n<h2><a name=\"_gpkuqo8kindw\"><\/a>Kesimpulan<\/h2>\n<p>kemampuan problem-solving merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki&nbsp; karyawan. Kemampuan ini menjadi syarat penting bagi setiap perusahaan, karena karyawan yang mampu berpikir kritis, analitis, dan kreatif dalam menemukan solusi yang tepat, dapat membantu perusahaan mencapai tujuannya dengan lebih efektif.<\/p>\n<p>Untuk mengetahui kemampuan <em>problem-solving<\/em> seorang karyawan, HR <em>practitioner <\/em>yang profesional dapat melakukan tiga cara, yaitu melalui pengamatan langsung terhadap kinerja karyawan, menggali informasi dari perusahaan sebelumnya, atau menggunakan tes yang dapat mengukur kemampuan <em>problem-solving <\/em>seorang kandidat.<\/p>\n<p>Pada proses rekrutmen, mendapatkan kandidat dengan riwayat pendidikan dan pengalaman kerja yang sesuai, ditambah dengan kemampuan <em>problem-solving <\/em>yang baik merupakan hal yang didambakan banyak rekruter. Namun, pada pelaksanaanya kandidat dengan pengalaman dan kemampuan tersebut memiliki <em>range <\/em>gaji yang diatas rata-rata industri.<\/p>\n<p>Gunakan General Competency Test dari Talentics.id untuk dalam proses perekrutan karyawan untuk mendapatkan hasil komprehensif dan tentunya dapat memecahkan masalah dengan baik.<\/p>\n<p><strong>Baca juga:<\/strong><a href=\"https:\/\/talentics.id\/blog\/talentics\/talent-assessment-and-selection\/psikotes-online-101-apa-itu-keunggulan-dan-serba-serbinya#:~:text=Kemampuan%20kognitif%2C%20atau%20yang%20biasa,dan%20mengolah%20berbagai%20bentuk%20informasi..\"><strong> Psikotes Online 101<\/strong><\/a><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/talentics.id\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/1679883923-1594280399.jpeg\" style=\"border-style:solid; border-width:0px; height:109px; width:625px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>References:<\/p>\n<p>Indeed &#8211; What Are Problem-Solving Skills? Definitions and Examples<br \/>\nInterview Kickstart &#8211; How to Use Problem-Solving Skills in the Workplace<br \/>\nIOWA University &#8211; 8-Step Problem-Solving Process<br \/>\nTest Gorilla &#8211; The importance of problem-solving skills in the workplace<br \/>\nImage copyright Ketut Subiyanto via Pexels<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Talentics Internal Data &#8211; General Competency Test Result<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembahasan definisi problem solving skill dan data kemampuan problem solving, dilengkapi dengan bagaimana perusahaan dapat menemukan karyawan dengan kapasitas problem solving yang baik.<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":2501,"parent":0,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"content-type":"","inline_featured_image":false,"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}}},"topic":[40],"class_list":["post-2500","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","topic-case-study"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/2500","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/2500\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2501"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2500"}],"wp:term":[{"taxonomy":"topic","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/topic?post=2500"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}