{"id":2336,"date":"2022-12-07T15:00:00","date_gmt":"2022-12-07T15:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/talentics.id\/resources\/blog\/career-cushioning\/"},"modified":"2022-12-07T15:00:00","modified_gmt":"2022-12-07T15:00:00","slug":"career-cushioning","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/blog\/career-cushioning\/","title":{"rendered":"Fenomena Career Cushioning: Dampak Tech Layoff?"},"content":{"rendered":"<p>Istilah baru di dunia pekerjaan semakin lama semakin bermacam-macam, setelah sempat ramai dengan fenomena <em>quiet quitting <\/em>dan <em>quiet firing. <\/em>Kini terminologi <em>Career Cushioning <\/em>mulai banyak diperbincangkan. Artikel ini akan membahas secara mendalam fenomena <em>career cushioning <\/em>mulai dari pengertian, penyebab, serta 5 langkah yang dapat dilakukan untuk mengikuti <em>career cuhsioning. <\/em><\/p>\n<h2><a name=\"_3qhtpwrtatzx\"><\/a>Pengertian<em> Career Cushioning <\/em><\/h2>\n<p>Terminologi <em>Career Cushioning <\/em>merupakan sebuah frasa yang digunakan secara khusus dalam dunia kerja dan cukup sulit untuk diterjemahkan secara harfiah. Terjemahan secara daring mengatakan bahwa terminologi ini berarti &ldquo;bantalan karier&rdquo; dalam bahasa Indonesia, sudah cukup mewakili namun belum cukup secara detail menjelaskan. <em>Cushioning <\/em>merupakan istilah yang cukup sering digunakan dalam dunia perkencanan dimana satu individu akan mempertahankan koneksi dengan beberapa orang sebagai &ldquo;bantalan&rdquo; atau salah satu pilihan apabila telah putus dari pasangannya.<\/p>\n<p>Dalam dunia pekerjaan, <em>career cushioning <\/em>adalah menjaga dan mempertahankan konkesi dengan <em>recruiter dari <\/em>perushaan lain, mempoles CV serta profil LIinkedin, sampai melakukan <em>interview <\/em>di beberapa perusahaan sekaligus ketika masih bekerja dan berkontribusi pada satu perusahaan. Hal ini dapat untuk sekedar mengetahui<em> range <\/em>gaji atau sebagai pilihan lain apabila terjadi <em>layoff <\/em>secara mendadak. Mengingat akhir-akhir ini, <em>layoff <\/em>yang terjadi di Indonesia sering terjadi tanpa persiapan, hari tersebut menerima kabar PHK, hari tersebut pula berhenti bekerja dan mendapatkan tunjangan.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/talentics.id\/blog\/talentics\/hr-media\/cara-mencegah-phk\"><strong>3 Langkah Mencegah dan Menanggulangi PHK bagi perusahaan dan Divisi HR<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><a name=\"_maa8u560rdiv\"><\/a>Penyebab <em>Career Cushioning <\/em><\/h2>\n<p>Informasi Pemutusan Hubungan Kerjaa atau biasa disebut <em>layoff <\/em>sangat marak terjadi akhir-akhir ini, beberapa perushaan teknologi ternama seperti GoTo, Ruang Guru dan Ajaib mengumumkan <em>layoff <\/em>pada bulan November 2022 yang berdampak langsung pada ribuan tenaga kerja. Beberapa perusahaan bahkan mengeksekusi PHK pada hari yang sama dan mencabut semua akses pekrerjaan tanpa ada delegasi atau <em>hand-over<\/em> pekerjaan-pekerjaan yang cukup mumpuni.<\/p>\n<p>Apabila ditelaah lebih dalam lagi, perusahaan-perusahaan yang disebut sebelumnya merupakan startup teknologi yang cukup terkemuka dan menjadi acuan <em>startup <\/em>lain yang skalanya lebih kecil. Maka menjadi tidak mustahil untuk adanya replikasi <em>layoff <\/em>dan pencabutan semua akses pekerjaan dilakukan oleh <em>startup <\/em>teknologi lainnya.<\/p>\n<p>Seiring semakin tingginya ketidakpastian bagi semua pekerja baik level staff maupun manajer, <em>career cushioning <\/em>dapat menjadi salah satu &ldquo;bantalan karier&rdquo; apabila suatu waktu saya, anda, atau kita semua harus berhenti bekerja pada hari yang sama pengumuman <em>layoff <\/em>oleh perusahaan.<\/p>\n<h2><a name=\"_v50ixbl7o3nv\"><\/a>5 Langkah <em>Career Cushioning <\/em><\/h2>\n<p>Terlepas dari pro dan kontra dari perusahaan korporat maupun <em>startup <\/em>tentang fenomena <em>career cushioning. <\/em>Mengetahui apa saja yang perlu dilakukan untuk mengamankan individu dari kehilangan sumber pendapatan cukup sebagai langkah awal tanpa melakukan tindakan apapun. Ada 5 hal yang dapat dilakukan untuk memperlebar &ldquo;<em>safety net&rdquo; <\/em>yang semuanya cukup penting untuk diketahui.<\/p>\n<h3><a name=\"_agcyumegeqei\"><\/a>1. Kenali <em>Value <\/em>Kehidupan Anda<\/h3>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\"><em>Value <\/em>adalah roda penggerak kita melakukan kegiatan sehari-hari. Hal-hal apa yang membuat kita bahagia dalam bekerja, hal-hal apa yang dapat mengurangi kebahagaiaan kita dalam proses bekerja. Salah satu contoh adalah &ldquo;Saya merasa tidak nyaman apabila tetap dihubungi untuk menyelesaikan pekerjaan pada saat akhir pekan atau pada saat mengambil cuti.&rdquo; Tentu ketika anda memulai <em>career cushioning<\/em>, anda dapat mencari info perushaan yang memilki <em>work life balance <\/em>yang baik sehingga tidak perlu terbebani pada saat istirahat di akhir pekan bersama keluarga.<\/p>\n<h3><a name=\"_14rr42d5xcwl\"><\/a>2. Perbaharui dan Tingkatkan Keterampilan<\/h3>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Kita semua menjadi saksi banyaknya pekerjaan baru yang tiba-tiba banyak dibutuhkan pada 10-20 tahun terakhir yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Maka dari itu, selalui memperbaharui dan meningkatkan keterampilan baik <em>hardskill <\/em>maupun <em>softskill <\/em>akan bermanfaat. Dengan memiliki banyak keterampilan, daya saing secara individu akan bertambah untuk berkompetisi secara lebih kompeten.<\/p>\n<h3><a name=\"_hgoysns8gkak\"><\/a>3. Poles CV dan Perbaharui Linkedin secara Relevan<\/h3>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Langkah berikutnya setelah mengetahui <em>value, <\/em>memperbaharui serta meningkatkan keterampilan adalah memoles CV dan profil Linkedin secara relevan. Hal ini menjadi bagian penting karena <em>visibility <\/em>akan menentukan keberhasilan anda melakukan <em>career cushioning. <\/em>Apabila pekerjaan anda merupakan bidang yang memerlukan <em>porfolio <\/em>tentu sangat disarankan juuga untuk memperbaharuinya, Agar semua hal yang nantinya dilirik perusahaan lain telah terkurasi menjadi hasil pekerjaan anda yang optimal dan terbaharui.<\/p>\n<h3><a name=\"_ih5kpmevt0ul\"><\/a>4. Mulai Lamar Pekerjaan dan Perluas <em>Networking <\/em><\/h3>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Meluangkan waktu untuk melamar pekerjaan menjadi salah satu poin penting dalam melakukan <em>career <\/em>cushioning. Namun apabila hal tersebut terlalu berlebihan dan ada rasa kurang nyaman pada nurani anda terhadap perushaan tempat bekerja sekarang, anda juga bisa secara kasual menambah relasi profesional dengan para rekruiter dari perusahaan-perusahaan yang cocok dengan <em>value <\/em>anda di laman sosial untuk mencari pekerjaan seperti Linkedin. Perlu diingat bahwa <em>career cushioning <\/em>bukan mencari pekerjaan baru, namun meminimalisir kemunkginan anda kehilangan pekerjaan apabila terjadi PHK atau <em>layoff <\/em>secara mendadak.<\/p>\n<h3><a name=\"_ox8fp0neozix\"><\/a>5. Lirik Pekerjaan Sampingan<\/h3>\n<p style=\"margin-left:36.0pt;\">Poin terkahir yang dapat menjadi pertimbangan adalah melakukan pekerjaan sampingan yang tentunya tidak mengganggu pekerjaan utama dan tidak dilakukan pada saat jam bekerja. Pekerjaan sampingan ini dapat bewawal dari hobi maupun hal-hal yang anda kuasai namun tidak memerlukan <em>effort <\/em>dan waktu yang banyak.<\/p>\n<p>Satu hal yang perlu diingat bawha <em>career <\/em>cushioning hanya merupakan &ldquo;<em>safety net&rdquo; <\/em>yang anda persiapkan apabila hal yang tidak diinginkan semua pihak harus tetap dieksekusi. Pada pelaksanaannya, kita semua harus tetap bekerja secara profesional dan melakukan kerja keras yang maksimal pada tempat bekerja sekarang.<\/p>\n<p>Gunakan <a href=\"http:\/\/talentics.id\"><em>talentics.id<\/em><\/a> untuk mencari tenaga kerja profesional yang dapat bekerja keras secara maksimal untuk menyaring talent terbaik dengan melakukan <em>Test Assesment<\/em> pada <em>personality, cognitive ability, <\/em>sampai <em>core value <\/em>setiap calon karyawan anda.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><meta charset=\"utf-8\" \/><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong id=\"docs-internal-guid-051a8d1d-7fff-cc9a-8c34-f2893f30b5e7\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/talentics.id\/blog\/talentics\/recruitment-and-employer-branding\/rekrutmen-101-strategi-menjaring-dan-menyaring-kandidat-yang-tepat\">Rekrutmen 101: Strategi Menjaring dan Menyaring Kandidat yang Tepat<\/a><\/strong><\/p>\n<p dir=\"ltr\">&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sumber:<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.forbes.com\/sites\/carolinecastrillon\/2022\/12\/04\/how-career-cushioning-can-help-you-prepare-for-a-job-loss\/?sh=5b7d1659185a\">Forbes 1<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.forbes.com\/sites\/qai\/2022\/12\/02\/career-cushioningthe-evolution-of-the-great-resignation-and-quiet-quitting\/?sh=3171eb4f5ebc\">Forbes 2<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/ecommurz.com\/layoff\/\">Ecommurz<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembahasan fenomena career cushioning mulai dari pengertian, penyebab, serta 5 langkah yang dapat dilakukan untuk mengikuti career cuhsioning.<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":2337,"parent":0,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"content-type":"","inline_featured_image":false,"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}}},"topic":[42],"class_list":["post-2336","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","topic-hr-media"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/2336","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/2336\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2337"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2336"}],"wp:term":[{"taxonomy":"topic","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/topic?post=2336"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}