{"id":1504,"date":"2020-07-20T19:15:00","date_gmt":"2020-07-20T19:15:00","guid":{"rendered":"https:\/\/talentics.id\/resources\/blog\/pastikan-beberapa-hal-penting-ini-sebelum-melakukan-employee-background-checks\/"},"modified":"2023-09-09T04:15:10","modified_gmt":"2023-09-09T04:15:10","slug":"pastikan-beberapa-hal-penting-ini-sebelum-melakukan-employee-background-checks","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/blog\/pastikan-beberapa-hal-penting-ini-sebelum-melakukan-employee-background-checks\/","title":{"rendered":"Pastikan Beberapa Hal Penting Ini Sebelum Melakukan Employee Background Checks"},"content":{"rendered":"<p>Bukan suatu hal yang baru ketika sebuah perusahaan ingin mempekerjakan karyawan baru, calon karyawan tersebut harus melewati satu proses yang dinamakan <em>employee background checks<\/em> atau pemeriksaan latar belakang. Proses ini dilakukan untuk menyaring kandidat yang mendaftar dan mencari kandidat yang paling cocok dengan perusahaan.<\/p>\n<p><em>Recruiter <\/em>biasanya mengacu pada beberapa hal saat melakukan <em>background checks<\/em> seperti, riwayat pekerjaan, pendidikan, catatan kriminal, catatan mengemudi, dan lainnya. Menurut penelitian Hireright, <strong>57%<\/strong> <em>employers <\/em>mengatakan manfaat utama dari <em>employee background checks<\/em> adalah mampu meningkatkan <em>Quality of Hire<\/em> menjadi lebih baik.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/talentics.id\/blog\/talentics\/recruitment-and-employer-branding\/inilah-beberapa-cara-untuk-mengukur-employee-experience\"><strong><em>Baca Juga : Inilah Beberapa Cara untuk Mengukur Employee Experience<\/em><\/strong><\/a><\/p>\n<p>Namun, sebelum melakukan <em>employee background checks,<\/em> ada beberapa hal penting yang perlu dipastikan dan dilakukan terlebih dahulu. Berikut ini adalah beberapa hal penting tersebut:<\/p>\n<p><strong>Membuat kebijakan yang konsisten<\/strong><\/p>\n<p>Hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat kebijakan yang konsisten. Cara ini paling baik dilakukan dengan membuat <em>to-do-list <\/em>mengenai hal-hal apa saja yang perlu dilakukan, sehingga<em> step by step<\/em>-nya tidak akan terlewatkan. Melakukan proses <em>background checking<\/em> yang sembarangan akan menyebabkan ketidakadilan kepada kandidat. Contohnya, jika Anda hanya menerapkan beberapa langkah pengecekan pada beberapa kandidat yang memiliki <em>background profile <\/em>tertentu, hal itu akan menimbulkan ketidakadilan untuk kandidat lain yang tidak memiliki <em>background profile<\/em> yang sama. Maka dari itu, Anda harus menetapkan kebijakan yang konsisten agar setiap kandidat memiliki kesempatan yang sama.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Mendapatkan <em>legal advice<\/em> terlebih dahulu<\/strong><\/p>\n<p>Melakukan <em>background checks<\/em> dimaksudkan untuk dapat menggali informasi-informasi yang lebih mendalam mengenai kandidat. Beberapa informasi tersebut mungkin sifatnya sangat sensitif dan dapat menimbulkan ketidaknyamanan baik secara pribadi maupun secara hukum. Maka dari itu, perlu adanya konsultasi dengan <em>lawyer <\/em>perusahaan mengenai informasi seperti apa yang mendapatkan <em>authority <\/em>untuk diproses dan informasi seperti apa yang sebaiknya tidak. Dengan demikian, baik kandidat maupun perusahaan Anda akan merasa lebih nyaman dan aman dalam melakukan <em>background checks.<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Memberikan kesempatan pada kandidat<\/strong><\/p>\n<p>Ketika melakukan <em>background checks<\/em>, informasi yang diperoleh mungkin dapat salah atau ada beberapa informasi yang sudah tidak valid lagi. Memberi kandidat kesempatan untuk meninjau dan mengklarifikasi informasi-informasi mengenai dirinya dapat membantu Anda mendapatkan informasi yang lebih konkret dari si kandidat, serta dapat membantu Anda menemukan kandidat berkualitas yang kemungkinan sering mendapatkan kesalahpahaman karena informasi <em>background checks<\/em> yang tidak valid.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Jangan terlalu terpaku dengan background checks saja<\/strong><\/p>\n<p>Walaupun melakukan <em>background checks<\/em> dengan memberikan beberapa pertanyaan yang sifatnya formal kepada kandidat merupakan salah satu cara yang tepat dilakukan dalam proses rekrutmen, tetapi coba untuk tidak hanya terpaku pada proses ini saja. Biasanya, informasi-informasi paling kritis tentang kandidat justru didapatkan saat kandidat merasa nyaman berbincang dengan recruiter dalam proses <em>interview<\/em>. Pastikan untuk memilih <em>hiring manager<\/em> yang jeli akan hal-hal seperti ini, sehingga background checks dapat dilakukan ketika melakukan proses <em>interview <\/em>santai dengan kandidat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Pastikan untuk mendapatkan persetujuan kandidat<\/strong><\/p>\n<p>Melakukan <em>background checks<\/em> memang perlu dilakukan, namun tetap pastikan bahwa informasi yang ingin dikumpulkan telah mendapatkan persetujuan dari kandidat, sehingga kandidat akan merasa nyaman menjalani proses background checks dan mendapatkan <em>candidate experience<\/em> yang baik. Jangan sampai kandidat merasa terbebani dengan proses ini hingga mendapatkan <em>experience <\/em>yang buruk. <em>Candidate experience<\/em> yang buruk dapat mempengaruhi <em>Employer Brand<\/em> ke arah yang negatif, jadi sebaiknya jangan sampai Anda mengabaikan persetujuan dari kandidat.<br \/>\n&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/talentics.id\"><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"http:\/\/talentics.id\/resources\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/1594280399-whatsapp-i.jpeg\" style=\"height:224px; width:1280px\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>57% employers mengatakan manfaat utama dari employee background checks adalah meningkatnya Quality of Hire. Namun, sebelum melakukan employee background checks, ada beberapa hal penting yang perlu dipastikan terlebih dahulu.<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":1505,"parent":0,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"content-type":"","inline_featured_image":false,"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}}},"topic":[46],"class_list":["post-1504","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","topic-recruitment-and-employer-branding"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/1504","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/blog\/1504\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1505"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1504"}],"wp:term":[{"taxonomy":"topic","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.talentics.id\/resources\/wp-json\/wp\/v2\/topic?post=1504"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}